PRODUKSI DAN FUNGSI BIAYA
DALAM PENDIDIKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
mata kuliah:
Manajemen
Mutu dan Pembiayaan Pendidikan
Dosen
Pembimbing : Prof. Dr. Makhdalena, SE., M.Si., Ak
DISUSUN OLEH:
HENDRI GUNAWAN
NIM. 1910246961
PROGRAM
STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
RIAU
TAHUN
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Diera globalisasi ini,
pendidikan sangatlah dibutuhkan bagi generasi penerus bangsa, apalagi untuk
menghadapi Repolusi Industri 4.0. Maka peran serta dunia pendidikan sangatlah
dibutuhkan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. Dalam hal ini di cantumkan dalam pembukaan UUD RI 1945 yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”
dengan demikian ini merupakan kewajiban pemerintah untuk mewujudkan hal
ini.Untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui proses dan membutuhkan biaya.
Produk yang di harapkan
adalah menghasilkan SDM yang berkualitas, berdaya guna dan mampu menghadapi
dunia kerja. Selain SDM , hasil produksi adalah barang yang di hasilkan suatu
perusahaan yang berkualitas,daya saing dan bernilai guna. Untuk mencapai hal
tersebut tentunya paham dengan apa itu biaya produksi yang dibutuhkan oleh
suatu perusahaan. Biaya produksi adalah beban yang harus ditanggung oleh
produsen dalam bentuk uang untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
Berdasarkan latar
belakang di atas maka timbul rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah
ini diantaranya:
·
Bagaimanakah produksi dalam pendidikan?
·
Apa fungsi biaya dalam pendidikan?
Dari rumusan masalah diatas yang ingin dicapai penulis dalam makalah ini
adalah mengetahui tentang produksi, biaya produksi dalam pendidikan baik itu
biaya tetap,
variabel, total,
rata,dan marginal dalam pendidikan untuk meningkatkan efisiensi biaya dalam
pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. PRODUKSI DALAM PENDIDIKAN
secara sempit produksi
dapat diartikan sebagai kegiatan mengubah input menjadi output. Sementara
secara luas, produksi diartikan sebagai kegiatan dalam penciptaan nilai tambah
dari input atau masukan untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa,
dengan sasaran menetapkan cara yang optimal dalam menggabungkan masukan untuk
meminimumkan biaya, sehingga perusahaan tersebut mampu menciptakan kualitas
produk yang lebih baik dan efisien yang lebih tinggi dalam proses produksinya.
Sedangkan fungsi Produksi dalam pendidikan adalah hubungan antara input dan
output. Input dalam fungsi produksi dalam pendidikan adalah segala
sesuatu yang menjadi wahana dan proses dalam pendidikan, input pendidikan meliputi:
§
Prasarana dan sarana
belajar, termasuk ruangan kelas dapat diuangkan, artinya bahwa
perhitungan luas dan kualitas bangunan
§
Perlengkapan belajar di
sekolah seperti media, alat peraga juga dihitung harganya
§
Buku-buku pelajaran, dan bentuk material
lainnya seperti film, disket dan sebagainya.
§
Barang-barang yang habis
dipakai seperti zat kimia dilaboratorium dan sebagainya.
§
Waktu guru bekerja, dan perangkat pegawai
administrasi dalam memproses peserta didik harus dibeli dan dibayar.
Sedangkan output adalah
hasil belajar siswa yang meliputi;
·
peningkatan kepribadian,
·
pengarahan dan
pembentukan sikap,
·
penguatan kemauan,
·
penambahan pengetahuan,
·
ilmu dan teknologi,
·
penajaman pikiran,
·
dan peningkatan estetika
(keindahan) serta keterampilan.
Dengan demikian hasil produk tergantung kepada
input dan output, semua itu dihubungkan dengan biaya dari produksi tersebut.
“Menurut Mutrofin (1996) dalam Pidarta (2007:254), menyatakan bahwa
negara-negara maju hubungannya antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi
sangatlah jelas, dimana sistem pendidikan diorientasikan kepada kebutuhan
ekonomi yang didasari pada teknologi tinggi, fleksibelitas dan mobilitas
angkatan kerja. Dalam masa pembangunan dinegara kita sekarang ini pengembangan
ekonomi mendapat tempat strategis, dengan munculnya Link and Match,
kebijaksanaan ini meminta dunia pendidikan menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang
sesuai dengan pasaran kerja, mencakup mutu, dan jumlah serta jenisnya.”
Dalam hal ini peran pemerintah dalam
menganggarkan pendidikan dalam ekonomi negara sangatlah di butuhkan , karena
pendidikan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar sesuai dengan inputnya
agar menghasilkan SDM (output) yang berkualitas.
Untuk mencapai semua itu di butuhkan biaya
produksi. Apa itu biaya? Dan apa pula
yang di maksud dengan biaya produksi? Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat
diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk
menghasilkan suatu produk. .Biaya
produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan
untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan
tersebut. Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan
faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian
pengusaha. Semua faktor-faktor produksi yang dipakai merupakan pengorbanan dari
proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok
barang. Input yang digunakan untuk memproduksi output tersebut sering disebut
biaya oportunis. Biaya oportunis sendiri merupakan biaya suatu
faktor produksi yang memiliki nilai maksimum yang menghasilkan output dalam
suatu penggunaan alternatif.
Faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat
erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari
proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan)
dalam proses produksi tersebut.
Untuk memproduksi suatu barang atau jasa,
perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Hal ini berarti nilai produk
yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang dikorbankan
dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dengan nilai
faktor produksi (input) dalam proses produksi itu disebut fungsi produksi.
Secara metematik hubungan antara faktor produksi
dan produk itu dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f ( K, L, R, T )
Q = output
K = modal
L = tenaga kerja
R = kekayaan alam
T = Teknologi
Fungsi produksi yang disusun dalam persamaan
matematik di atas mengandung arti bahwa barang/jasa yang dihasilkan (Q)
merupakan akibat dari masukan (K, L , R , T) yang diproses.
Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi
ini adalah berlakunya “The Law Diminishing Returns” yang menyatakan bahwa
Apabila suatu input ditambahkan dan input - input lain tetap, maka tambahan
output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik,
tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tersebut terus
ditambahkan.
Ada 3 tingkat produksi:
Tahap
I :
Produksi terus bertambah dengan cepat.
Tahap
II : Pertambahan
produksi total semakin lama semakin kecil.
Tahap III :
Pertambahan produksi total semakin berkurang.
Beberapa pengertian penting dalam Teori Produksi:
1. Produk total (Total product) yaitu keseluruhan
output yang dihasilkan dari hasil penggunaan sejumlah faktor produksi tertentu.
2. Produk rata-rata (Average product) yaitu
produksi yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja /input variabel (AP = TP
/ L)
3. Produk marjinal (marginal product) yaitu
tambahan produk yang diakibatkan oleh bertambahnya seorang tenaga kerja, dan
sebaliknya (DTP / DL)
2. FUNGSI
BIAYA DALAM PENDIDIKAN
Sebelum masuk kepada fungsi biaya, terlebih
dahulu perlu dipahami pengertian, dan beberapa konsep tentang biaya. Kalau
ditinjau dari sudut biaya, ada beberapa defenisi tentang biaya yang diuraikan
sebagai berikut :
1. Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi, sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi, tetapi apabila pada konsep produksi kita membicarakan penggunaan input secara fisik dalam menghasilkan output produksi, maka dalam konsep biaya kita menghitung penggunaan input itu dalam nilai ekonomi yang disebut biaya.(Gaspersz, 2003)
2. Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. (Sunarto, 2003)
3. Biaya merupakan pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi. Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan termasuk biaya. (Gani , 1990)
4. Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. (Maidin, 2003)
5. Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002)
1. Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi, sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi, tetapi apabila pada konsep produksi kita membicarakan penggunaan input secara fisik dalam menghasilkan output produksi, maka dalam konsep biaya kita menghitung penggunaan input itu dalam nilai ekonomi yang disebut biaya.(Gaspersz, 2003)
2. Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. (Sunarto, 2003)
3. Biaya merupakan pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi. Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan termasuk biaya. (Gani , 1990)
4. Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. (Maidin, 2003)
5. Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002)
Sehingga, dalam pengertian tentang biaya
tersebut di atas, ternyata terdapat 4 unsur pokok, yaitu :
- Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh pendapatan
- Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
- Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
- Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan
- Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh pendapatan
- Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
- Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
- Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan
Dari beberapa defenisi
dari biaya diatas, maka biaya dapat di kelompokan sesuai dengan
kriterianya/jenisnya diantaranya:
Jenis-Jenis Biaya
1. Berdasarkan fungsinya
a. Biaya langsung yaitu
biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku,
tenaga kerja dll.
b. Biaya tidak langsung
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya
telepon, listrik, iklan dll.
2. Berdasarkan Sifatnya
a. Biaya eksplisit yaitu
biaya yang muncul/kelihatan dalam proses produksi.
b. Biaya implisit yaitu
biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan
dikeluarkan.
3. Berdasarkan kaitannya
dengan jumlah produksi
a. Biaya Tetap ( Fixed Cost
= FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi.
Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat,
dll.
b. Biaya Variabel (
Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya
unit barang yang diproduksi.
Beberapa pengertian biaya dalam jangka pendek:
1. Biaya tetap total (total
fixed cost)
2. Biaya variabel total (total
variable cost)
3. Biaya marjinal (marginal
cost)
4. Biaya tetap rata-rata
(per unit) atau average fixed cost
5. Biaya variabel
rata-rata (per unit) atau average variable cost
6. Biaya total (total
cost)
7. Biaya rata-rata (average
cost)
Biaya tetap total
(Total fixed cost/TFC)
Biaya tetap total yaitu
keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor
produksi yang bersifat tetap. Contoh : pembelian mesin, bangunan dll
Biaya variabel total (total variable cost/TVC)
Biaya variabel total
yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor
produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan
baku, bahan penolong dll.
Biaya marjinal (marginal cost/MC)
Biaya marjinal yaitu
kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit
output.
MCn = TCn - TCn-1
Biaya tetap rata-rata (average fixed cost/AFC)
Biaya tetap rata-rata
yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output. AFC = TFC / Q. Q =
jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total
tertentu.
Biaya variabel
rata-rata (average variable cost/AVR). Biaya variabel rata-rata yaitu biaya
variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.
AVR = TVC/Q
Biaya total (total cost/TC)
Biaya total yaitu
keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output
tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.
TC = TFC + TVC
Biaya rata-rata (average cost/AR)
Biaya rata-rata Yaitu
biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output. AR = TC/Q
Perbedaan Biaya dalam jangka pendek dan jangka
panjang.
Apabila masing–masing
keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka
panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :
Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable
cost.
1. Dalam jangka pendek
berlaku hukum The Law of Deminishing Return (Hukum kenaikan yang semakin
menurun) yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost
(artinya produksi masih dalam jangka pendek) , Apabila semakin banyak input
variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan
yang menunjukkan: MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya
negatif The law of Deminishing Marginal Return.
2. AP mula-mula naik,
maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing
Average Return
Jangka Panjang : Jika semua
fixed cost sudah menjadi variable cost.
Dalam menganalisa biaya
umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total revenue.
Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari
hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu. Secara matematik total
revenue dirumuskan sebagai berikut:
TR = PQ
AR = TR/Q
MR = ∆TR/∆Q atau turunan
dari TR
∆TR = Tambahan penerimaan, ∆Q =
Tambahan Produksi.
Berdasarkan konsep
penerimaan dan biaya (TR dan TC) dapat diketahui beberapa
kemungkinan diantaranya :
TR < TC = keadaan untung / laba
TR= TC =
keadaan Break Even Point
TR > TC = Keadaan rugi.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Biaya produksi yang
terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini
akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau
oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi dalam bentuk barang.
Sedangkan kita larikan pada Biaya Produksi dalam Pendidikan yang diharapkan
adalah agar SDM yang dihasilkan tersebut berkualitas sehingga dalam
hitungan anggaran biaya pendidikan lebih
efisien dan tepat sasaran. Dengan tugas makalah ini dapat menjadi lahan
ilmu bagi penulis sendiri.
Saran
Untuk menghasilkan
hasil produksi yang bagus ,membutuhkan biaya produksi yang tinggi, dengan
demikian untuk menentukan biaya produksi harus dipikirkan outputnya. Kegiatan produksi ini harus direncanakan dengan
matang agar tidak menghasilkan produksi gagal..
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Dedi
Supriadi. 2004. Satuan Biaya Pendidikan
Dasar dan Penengah. Bandung: PT Rosdakarya
3.
Fattah Nanang, DR,. Ekonomi &
Pembiayaan Pendidikan, PT Remaja Rosdkarya, Bandung; 2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar