Kamis, 10 Oktober 2019

tugas


PRODUKSI DAN FUNGSI BIAYA DALAM PENDIDIKAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah:
 Manajemen Mutu dan Pembiayaan Pendidikan
Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Makhdalena, SE., M.Si., Ak

 







DISUSUN OLEH:
HENDRI GUNAWAN
NIM. 1910246961



PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN 2019
BAB I
PENDAHULUAN

          Diera globalisasi ini, pendidikan sangatlah dibutuhkan bagi generasi penerus bangsa, apalagi untuk menghadapi Repolusi Industri 4.0. Maka peran serta dunia pendidikan sangatlah dibutuhkan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.  Dalam hal ini di cantumkan dalam  pembukaan UUD RI 1945  yang berbunyi “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dengan demikian ini merupakan kewajiban pemerintah untuk mewujudkan hal ini.Untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui proses dan membutuhkan biaya.
            Produk yang di harapkan adalah menghasilkan SDM yang berkualitas, berdaya guna dan mampu menghadapi dunia kerja. Selain SDM , hasil produksi adalah barang yang di hasilkan suatu perusahaan yang berkualitas,daya saing dan bernilai guna. Untuk mencapai hal tersebut tentunya paham dengan apa itu biaya produksi yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Biaya produksi adalah beban yang harus ditanggung oleh produsen dalam bentuk uang untuk menghasilkan suatu barang atau jasa.
            Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini diantaranya:
·         Bagaimanakah produksi dalam pendidikan?
·         Apa fungsi biaya dalam pendidikan?
Dari rumusan masalah diatas yang ingin dicapai penulis dalam makalah ini adalah mengetahui tentang produksi, biaya produksi dalam pendidikan baik itu biaya tetap, variabel, total, rata,dan marginal dalam pendidikan untuk meningkatkan efisiensi biaya dalam pendidikan.




















BAB II
PEMBAHASAN
1.    PRODUKSI DALAM PENDIDIKAN
secara sempit produksi dapat diartikan sebagai kegiatan mengubah input menjadi output. Sementara secara luas, produksi diartikan sebagai kegiatan dalam penciptaan nilai tambah dari input atau masukan untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa, dengan sasaran menetapkan cara yang optimal dalam menggabungkan masukan untuk meminimumkan biaya, sehingga perusahaan tersebut mampu menciptakan kualitas produk yang lebih baik dan efisien yang lebih tinggi dalam proses produksinya. Sedangkan fungsi Produksi dalam pendidikan adalah hubungan antara input dan output. Input dalam fungsi produksi dalam pendidikan adalah segala sesuatu yang menjadi wahana dan proses dalam pendidikan, input pendidikan meliputi:
§  Prasarana dan sarana belajar, termasuk ruangan kelas dapat diuangkan, artinya bahwa  perhitungan luas dan kualitas bangunan
§  Perlengkapan belajar di sekolah seperti media, alat peraga juga dihitung harganya
§  Buku-buku pelajaran, dan bentuk material lainnya seperti film, disket dan sebagainya.
§  Barang-barang yang habis dipakai seperti zat kimia dilaboratorium dan sebagainya.
§  Waktu guru bekerja, dan perangkat pegawai administrasi dalam memproses peserta didik harus dibeli dan dibayar.
Sedangkan output adalah hasil belajar siswa yang meliputi;
·         peningkatan kepribadian,
·         pengarahan dan pembentukan sikap,
·         penguatan kemauan,
·         penambahan pengetahuan,
·         ilmu dan teknologi,
·         penajaman pikiran,
·         dan peningkatan estetika (keindahan) serta keterampilan.
Dengan demikian hasil produk tergantung kepada input dan output, semua itu dihubungkan dengan biaya dari produksi tersebut.
Menurut Mutrofin (1996) dalam Pidarta (2007:254), menyatakan bahwa negara-negara maju hubungannya antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi sangatlah jelas, dimana sistem pendidikan diorientasikan kepada kebutuhan ekonomi yang didasari pada teknologi tinggi, fleksibelitas dan mobilitas angkatan kerja. Dalam masa pembangunan dinegara kita sekarang ini pengembangan ekonomi mendapat tempat strategis, dengan munculnya Link and Match, kebijaksanaan ini meminta dunia pendidikan menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan pasaran kerja, mencakup mutu, dan jumlah serta jenisnya.
Dalam hal ini peran pemerintah dalam menganggarkan pendidikan dalam ekonomi negara sangatlah di butuhkan , karena pendidikan membutuhkan biaya produksi yang sangat besar sesuai dengan inputnya agar menghasilkan SDM (output) yang berkualitas.
   Untuk mencapai semua itu di butuhkan biaya produksi. Apa itu biaya?  Dan apa pula yang di maksud dengan biaya produksi? Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. .Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.  Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha. Semua faktor-faktor produksi yang dipakai merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. Input yang digunakan untuk memproduksi output tersebut sering disebut biaya oportunis.  Biaya oportunis sendiri merupakan biaya suatu faktor produksi yang memiliki nilai maksimum yang menghasilkan output dalam suatu penggunaan alternatif.
Faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam proses produksi tersebut.
Untuk memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Hal ini berarti nilai produk yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dengan nilai faktor produksi (input) dalam proses produksi itu disebut fungsi produksi.
Secara metematik hubungan antara faktor produksi dan produk itu dapat dituliskan sebagai berikut:
Q = f ( K, L, R, T )
Q = output
K = modal
L = tenaga kerja
R = kekayaan alam
T = Teknologi
Fungsi produksi yang disusun dalam persamaan matematik di atas mengandung arti bahwa barang/jasa yang dihasilkan (Q) merupakan akibat dari masukan (K, L , R , T) yang diproses.

Asumsi dasar untuk menjelaskan fungsi produksi ini adalah berlakunya “The Law Diminishing Returns” yang menyatakan bahwa Apabila suatu input ditambahkan dan input - input lain tetap, maka tambahan output dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik, tapi pada suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Ada 3 tingkat produksi:
Tahap I            : Produksi terus bertambah dengan cepat.
Tahap II          : Pertambahan produksi total semakin lama semakin kecil.
Tahap III         : Pertambahan produksi total semakin berkurang.
Beberapa pengertian penting dalam Teori Produksi:
1.      Produk total (Total product) yaitu keseluruhan output yang dihasilkan dari hasil penggunaan sejumlah faktor produksi tertentu.
2.      Produk rata-rata (Average product) yaitu produksi yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja /input variabel (AP = TP / L)
3.      Produk marjinal (marginal product) yaitu tambahan produk yang diakibatkan oleh bertambahnya seorang tenaga kerja, dan sebaliknya (DTP / DL)

2.    FUNGSI BIAYA DALAM PENDIDIKAN
Sebelum masuk kepada fungsi biaya, terlebih dahulu perlu dipahami pengertian, dan beberapa konsep tentang biaya. Kalau ditinjau dari sudut biaya, ada beberapa defenisi tentang biaya yang diuraikan sebagai berikut :
1. Biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi, sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi, tetapi apabila pada konsep produksi kita membicarakan penggunaan input secara fisik dalam menghasilkan output produksi, maka dalam konsep biaya kita menghitung penggunaan input itu dalam nilai ekonomi yang disebut biaya.(Gaspersz, 2003)
2. Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan. (Sunarto, 2003)
3. Biaya merupakan pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi. Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan termasuk biaya. (Gani , 1990)
4. Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost. (Maidin, 2003)
5. Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu (Rahardja & Manurung, 2002)
Sehingga, dalam pengertian tentang biaya tersebut di atas, ternyata terdapat 4 unsur pokok, yaitu :
- Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh pendapatan
- Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
- Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
- Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan
Dari beberapa defenisi dari biaya diatas, maka biaya dapat di kelompokan sesuai dengan kriterianya/jenisnya diantaranya:
Jenis-Jenis Biaya
1.      Berdasarkan fungsinya
a.       Biaya langsung yaitu biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, tenaga kerja dll.
b.      Biaya tidak langsung Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya telepon, listrik, iklan dll.
2.      Berdasarkan Sifatnya
a.       Biaya eksplisit yaitu biaya yang muncul/kelihatan dalam proses produksi.
b.      Biaya implisit yaitu biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan.
3.      Berdasarkan kaitannya dengan jumlah produksi
a.       Biaya Tetap ( Fixed Cost = FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi. Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat, dll.
b.      Biaya Variabel ( Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya unit barang yang diproduksi.
Beberapa pengertian biaya dalam jangka pendek:
1.      Biaya tetap total (total fixed cost)
2.      Biaya variabel total (total variable cost)
3.      Biaya marjinal (marginal cost)
4.      Biaya tetap rata-rata (per unit) atau average fixed cost
5.      Biaya variabel rata-rata (per unit) atau average variable cost
6.      Biaya total (total cost)
7.      Biaya rata-rata (average cost)
Biaya tetap total (Total fixed cost/TFC)
Biaya tetap total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh : pembelian mesin, bangunan dll
Biaya variabel total (total variable cost/TVC)
Biaya variabel total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong dll.
Biaya marjinal (marginal cost/MC)
Biaya marjinal yaitu kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit output.
MCn = TCn - TCn-1
Biaya tetap rata-rata (average fixed cost/AFC)
Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output. AFC = TFC / Q. Q = jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total tertentu.
Biaya variabel rata-rata (average variable cost/AVR). Biaya variabel rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output.
AVR = TVC/Q
Biaya total (total cost/TC)
Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel.
TC = TFC + TVC
Biaya rata-rata (average cost/AR)
Biaya rata-rata Yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output. AR = TC/Q
Perbedaan Biaya dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Apabila masing–masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang. Fungsi Produksi dibedakan menjadi :
Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost.
1.      Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return (Hukum kenaikan yang semakin menurun) yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost (artinya produksi masih dalam jangka pendek) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan: MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return.
2.      AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return
Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost.
Dalam menganalisa biaya umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total revenue. Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang diterima dari hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu. Secara matematik total revenue dirumuskan sebagai berikut:
TR = PQ
AR = TR/Q
MR = ∆TR/∆Q     atau  turunan dari TR
∆TR = Tambahan penerimaan,  ∆Q = Tambahan Produksi.
Berdasarkan konsep penerimaan dan biaya (TR dan TC)  dapat diketahui beberapa kemungkinan diantaranya :
TR < TC  = keadaan untung / laba
TR= TC   = keadaan  Break Even Point
TR > TC  = Keadaan rugi.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi dalam bentuk barang. Sedangkan kita larikan pada Biaya Produksi dalam Pendidikan yang diharapkan adalah agar SDM yang dihasilkan tersebut berkualitas sehingga dalam hitungan  anggaran biaya pendidikan lebih efisien dan tepat sasaran. Dengan tugas makalah ini dapat menjadi lahan ilmu bagi penulis sendiri.
Saran
          Untuk menghasilkan hasil produksi yang bagus ,membutuhkan biaya produksi yang tinggi, dengan demikian untuk menentukan biaya produksi harus dipikirkan outputnya. Kegiatan produksi ini harus direncanakan dengan matang agar tidak menghasilkan produksi gagal..
DAFTAR PUSTAKA
1.        Dedi Supriadi. 2004. Satuan Biaya Pendidikan Dasar dan Penengah. Bandung: PT Rosdakarya
3.        Fattah Nanang, DR,. Ekonomi & Pembiayaan Pendidikan, PT Remaja Rosdkarya, Bandung; 2004











Tidak ada komentar:

Posting Komentar